Home » , , » Handicraft Lampu Hemat Energi LED : Bikin Lampu JT 27 LED Dari Toples Lebaran

Handicraft Lampu Hemat Energi LED : Bikin Lampu JT 27 LED Dari Toples Lebaran

By Dion Mloto on 20.7.16

Salam jumpa lagi dengan saya Dion yang selalu Mloto. Kali ini untuk yang kesekian kalinya saya menulis handicraft, bilang aja handycraft lampu hemat energi LED. Dalam artikel ini saya menulis tentang cara bikin lampu JT 27 LED dari toples lebaran bekas. Mungkin ada yang tanya apa sih lampu JT? JT ituu... apa ya *mikir* singkatnya sih JT (Joule Thief) adalah rangkaian elektronik sederhana dengan beberapa komponen untuk... *lengkapnya DISINI* Kok mulek kayak gini ya.. ga papa deh bisanya kayak gini bro,.

Lampu JT 27 LED dari toples lebaran bekas ini saya sebut lampu hemat energi sebab cukup awet untuk di gunakan pada situasi emergency. Handicraft Lampu LED dari toples lebaran ini dapat di gunakan sebagai pengganti lampu lilin pada saat terjadi pemadaman listrik PLN. *hee.. panjang nyee.. Dengan hanya 1 buah baterai bekas saja lampu JT 27 LED hemat energy mampu menyala, apalagi lebih dari 1 baterai. Mengapa bisa begitu? Jika anda telah membaca atikel saya terdahulu tentang rangkaian lampu JT, tentu anda mendapat gambaran mengapa hanya dengan 1 baterai saja mampu menyalakan 27 LED bersamaan. Yups, jawabannya daya yang di butuhkan untuk menyalakan lampu led sebanyak 27 buah ini sangat sedikit sehingga sisa-sisa energi dari baterai bekas masih dapat di olah lagi oleh rangkaian JT menjadi energy ekstra sampai energi yang tersimpan benar2 terkuras habis.

Agar lampu hemat energi JT 27 LED ini dapat di manfaatkan untuk penerangan pada saat PLN mati maka harus di kembangkan lagi yaitu dengan menambah daya dari power supply, dalam hal ini baterai. Jadi jika ingin mendapat manfaat maksimal untuk penerangan ruang tamu, lampu JT 27 LED ini harus di tambah baterai. Tidak cukup hanya 1 baterai bekas.

Sebagai intermezo, saya pilih membuat sendiri handicraft lampu hemat energi LED ini sebab dari beberapa eksperimen yang saya lakukan pada lampu emergency charger dan lampu JT, saya tetap condong ke lampu JT. Memang keuntungan menggunakan lampu emergency charge, kita tidak perlu repot mengganti baterai apabila daya telah habis. Namun pada prakteknya lampu dengan baterai charge tidak mampu bertahan lama, kisaran waktunya maksimum 1 jam. Apalagi jika lampu emergency tersebut sudah lama terpakai. Makin lama usia lampu emergency charge, makin berkurang pula usia baterai charge. Alias gampang drop.

Sedangkan handicraft lampu JT 27 LED yang saya bikin dari toples dan bahan bekas ini mampu bertahan 9 jam dengan 2 batre (AA) bekas. Sebenarnya lampu ini masih mampu menyala hingga 12 jam tetapi tingkat pencahayaannya berkurang / makin redup. Oleh karena itu saya menyebutnya dengan handycraft lampu hemat energy LED.

Lanjut ke cara bikin handicraft lampu hemat energi 27 LED dari toples lebaran bekas. Langsung saja bahan-bahan yang di butuhkan adalah sebagai berikut:
  1. Toples (bekas kue lebaran)
  2. LED (warna putih atau kuning muda, biar terang)
  3. Triplek / PCB bekas
  4. Tempat baterai (dari remote, mainan bekas atau apapun)
  5. Rangkaian JT (cara bikinnya LIHAT disini)
  6. Kabel kecil ( 2 jengkal)
  7. Saklar geser 3 kaki On-Off-On

Alat pelengkap:
  1. Solder
  2. Timah/Tenol
  3. Sedotan Timah
  4. Pinset
  5. Lem (saya gunakan lem bakar)

Cara bikin handicraft lampu LED:
  • Pertama saya membuat dudukan lampu LED dengan membuat bilah-bilah ukuran 3 X 10cm sebanyak 3 lembar. Kali ini saya menggunakan PCB bekas. Namun jika tidak ada, bisa menggunakan triplek tebal 3 mm.
  • Gabungkan ke tiga bilah tersebut membentuk segitiga sama sisi. Rekatkan sudut-sudutnya menggunakan lem. (Bisa menggunakan lem bakar, lem aibon atau alteco). Lihat GB.
  • Setelah itu, pasang LED pada ketiga sisi bilah tersebut. Untuk handicraft ini, Saya menggunakan LED gepeng bekas lampu ornamen natal sebanyak 27 buah. Namun jika anda menggunakan LED biasa (putih super bright) ada baiknya sebelum bilah di rakit menjadi segitiga sama sisi, anda lubang-lubangi dulu 3 bilah papan tersebut sebagai tempat dudukan LED. Keuntungan jika menggunakan LED biasa adalah pengkabelan tidak terlihat dari luar.
  • Untuk merekatkan LED pada papan, saya menggunakan double tape seperti terlihat pada gambar. Lalu rekatkan kabel-kabel penghubung led dengan menggunakan solder dan tenol. INGAT! Perhatikan polaritas (min plesnya) LED, jangan sampai terbalik. Jika terbalik maka LED tidak akan menyala. Lihat di sini
  • Kemudian rekatkan bilah yang sudah di pasangi LED tersebut pada tutup toples bagian dalam. Pastikan dulu apakah LED sudah menyala semua. Cara tesnya gunakan 2-3 baterai jam dinding di pasang seri (seperti baterai senter itu lo), hubungkan kabel (+) ke kepala batre dan (–) ke ekor batre. Bisa juga dengan adaptor (jika punya) pastikan untuk memilih voltage kecil terlebih dahulu untuk menjaga agar led tidak putus karena kelebihan tegangan.
  • Jika telah sukses (menyala) selanjutnya kita pasang rangkaian Joule Thief [klik] untuk cara bikin rangkaiannya. Nggak sulit kok cuma butuh 3 komponen doank. 
  • Setelah rangakaian JT selesai, kita lanjut ke power supply. Siapkan tempat baterai bekas (apa aja yang penting bisa buat nempatin baterai). Saya menggunakan tempat baterai dari bekas sensor urinoir VIP. Lubangi tutup toples dan tempat baterai untuk jalur kabel. Pake ujung solder saja.
  • Buat lubang kotak untuk tempat saklar. Masukkan rangkaian JT ke dalam tempat baterai, rekatkan dengan lem bakar. pasang saklar sesuai selera anda. Untuk saklar, saya menggunakan saklar geser 3 kaki On – Off – On. Pastikan semua jalur kabel benar dan lakukan tes berulang-ulang untuk memastikan lampu menyala. 
  • Setelah handicraft lampu dan rangkaian JT oke, rekatkan tempat baterai tadi pada sisi luar dari tutup toples dan hasilnya seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Handicraft lampu hemat energi led dari toples pun sudah jadi.


Saatnya untuk coba menyalakan handicraft lampu hemat energi ini, dan tringgggg....


Karena lampu hemat energi jt 27 LED dari toples lebaran bekas ini ada 2 tingkat pencahayaan maka saya menggunakan tempat baterai berisi 4 buah. Saya bagi tegangan baterai menjadi 2 group. Group 1 berisi 2 baterai AA dengan tegangan 3 volt untuk pencahayaan redup. Group 2 berisi 4 baterai AA (group 1 di tambah 2 pcs baterai lagi) dengan tegangan total 6 volt untuk pencahayaan terang. Lihat gambar biar jelas.
Dari gambar di atas dapat saya jelaskan seperti ini. Kabel min (-) langsung di sambung kabel min (katoda) LED. Kabel yang (3V) di sambung ke kaki kanan saklar geser 3 kaki. Kabel (6v) di sambung ke kaki kiri saklar. Sedangkan kaki tengah saklar di sambung dengan kabel kumparan JT. Sampai di sini bingung nggak kira-kira? kalau masih bingung silakan tulis di komentar atau di wall FB saya Deion.

Perbedaan tingkat pencahayaan handicraft lampu LED hemat energi tampak pada gambar di bawah ini

(Gb. atas, dengan menggunakan tingkat pertama tegangan 3 volt)

Handycraft Lampu JT
(GB. atas dengan menggunakan tingkat kedua tegangan 6 volt)

Handycraft Lampu LED Hemat Energy
Hasil pencahayaan dari handycraft lampu hemat energy JT toples bekas dalam kondisi gelap. Pas kebetulan PLN hari itu juga Innalillahi. Jadi... yah begitulah hasilnya.

*Gambar dan updetannya menyusul ya bro,.. ngantuk euyy...*

Gambar dan updetan sudah di perbaharui kawan. Silakan simak barangkali handicraft lampu emergency model LED begini ada manfaatnya. Bukan untuk ngajari tapi pengen punya teman-teman yang bisa mamemanfaatkan barang sisa. Biar nggak terus-terusan di cap rakyat 'konsumtif' terus sama bule.Sekian saja handicraft lampu JT ini, silakan berkreasi sendiri selama kreasi itu belum belum di larang.

Salam,

0 comments:

Post a Comment

Kalau komentar belum di jawab, artinya saya jarang online atau memang ilmu saya belum sampai ke situ bro,