Home » , , » Lampu Emergency Dengan Baterai Bekas | Handicraft Lampu LED Dari Barang Bekas

Lampu Emergency Dengan Baterai Bekas | Handicraft Lampu LED Dari Barang Bekas

By Dion Mloto on 19.7.16

Jumpa lagi dengan saya Dion Mloto dalam artikel berjudul lampu emergency dengan baterai bekas. Tak perlu membahas panjang tentang emergency light karena kita tidak membahas perkara darurat.

Untuk membuat handicraft lampu emergency LED dengan baterai bekas bahan yang kita butuhkan adalah sebagai berikut :
  • Ferrite Toroid : 1 buah
  • Kawat Email : 2 utas
  • Transistor S9013 : 1 buah
  • Tahanan (R) 1 K ohm : 1 buah
  • Tempat baterai (untuk 4 pcs)
Berikut sedikit saya jelaskan tentang bahan-bahan tersebut di atas sesuai dengan pengetahuan yang saya miliki. Jadi belum tentu kebenarannya ya hee.
  • Ferrite Toroid
Ferrite Toroide di perlukan untuk membuat handycraft lampu emergency sebagai induktor. Simpelnya, untuk membuat medan magnet agar listrik meningkat. Gitu ajalah, nanti kepanjangan deskripsinya. Tapi kalau mau lebih jelas silakan berkunjung di sini. Di mana kita bisa mendapatkan ferrite toroid? pastinya rada-rada susah kalau beli di toko elektronik. Cari yang murah meriah ajaaa... toh juga lampu emergency -nya juga pake baterai bekas. Cara mendapatkan ferrite toroid sangat mudah, cari saja di bekas PSU komputer. Di tukang loak buanyak bro. Bentuknya kayak gambar di bawah ini:


  • Kawat email
Membuat handicraft lampu emergency deri barang bekas ini memerlukan email untuk membuat induktor. Lho kok sama dengan Ferrite?* lha emang iya. Kalau salah satu ndak ada ya ndak jadi induksi. Kerja sama lah gitu wkwkwkwk.... Kawat email juga bisa kita dapat dari bekas PSU komputer, atau bisa kadi bekas kipas angin. Gulungannya itu loo... Tapi pilih yang belum kebakar, ciri email yang sudah tebakar adalah hangus, item. Gosong wiss... Ciri email yang masih bisa di gunakan kalau di raba permukaan kawat halus mulus, lapisan terluar tidak ada yang mengelupas.

Biasanya kawat email dari bekas motor kipas angin diameter kecil. Jadi kalau untuk menghidupkan lampu emergency 120 LED perlu banyak lilitan. Kali ini saya menggunakan email bawaan bekas PSU komputer.
  • Transistor S9013
Transistor ini kalau ndak salah berfungsi sebagai driver laju pulsa listrik dari induktor. Perkara ini ndak perlu paham bangetlah, yang penting prakteknya bisa nyala gitu aja. Kita bisa mendapatkan transistor S9013 di toko elektronik terdekat dari tempat tinggal anda. Toko elektronik lo ya, bukan toko listrik dan... satu lagi, Beli. *Tar di kira nyomot* Jika penjual ngasihnya bukan S9013, misalnya D9013,P9013 (ada ga ya hee..) Nggak papa, yang penting 9013. Kalau ga salah typenya NPN.

Tapi kalau masih pengen yang hemat lagi kita bisa nyari di board-board elektronik bekas. Asal ada komponen item setengah lingkaran kakinya 3, plototin deh,. ada nggak yang 9013? Kalau ada, anda beruntung.. Sebenarnya tidak harus menggunakan TR S9013, kita bisa menggunakan TR 9014, 1815, 9055 dan sebagainya. Pokoknya yang ber-Polarity NPN
  • Tahanan (R) 1 K ohm
Tahanan ini bukan tahanan polisi ya,. tapi resistor dengan ukuran 1 Kilo Ohm. Juga bisa di dapat dari barang elektronik bekas. Kalau belum hafal kode gelang warna cari aja yang warnanya Coklat,Hitam Merah, Emas. Dah enak to?! *Gambarnya ada di sini*
  • Lampu LED
Tau LED kan?! Iya itu yang di pake. Bisa beli, bisa juga dari lampu senter LED bekas. Pokoknya serba bekas dahhh...

Lanjut gimana caranya bikin handicraft lampu emergency dengan baterai bekas yang bisa menghidupkan 120 LED?

Ikuti petunjuknya berikut ini :

Pertama kita bikin dulu induktor dengan bahan ferrite toroid dan kawat email. Yang saya bikin ini menggunakan kawat email 0.8 mm *kalau ndak salah, soalnya ndak punya sigmat* Kita gunakan 2 kawat email dengan panjang kira-kira 50 cm. Atau gunakan kawat email bekas dari PSU kompi. Ambil kawat yang panjangnya sama 2 buah. Lilit di toroid dengan arah lilitan seperti gambar berikut.



Usahakan antara kawat A1 dan B1 lilitannya selalu sejajar, jangan tumpang tindih. Jumlah lilitannya terserah. Dari beberapa kali eksperimen, jumlah lilitan tidak begitu banyak memberi efek. Yang enak mah dari 50 cm panjang kawat, lilit saja sampai habis. Banyak faktor yang mempengaruhi induksi, di antaranya jumlah lilitan, diameter kawat,kerapihan lilitan dan sebagainya, tapi kita abaikan saja hitungan njlimet kayak gitu. Judulnya nanti hasil akhirnya nyala terang gitu aja.

Setelah gulungan selesai, silakan gabung ujung kawat A1 dengan B2. *Lah gimana kita tau mana A1 mana B2?* Gampang... pake AVO meter.(atau baca aja di sini) atur knob pada posisi Ohm meter. Tes saja colokan hitam di awal lilitan, colokan merah di akhir colokan. Ujung mana yang jarum avonya bergerak. Tahan di posisi itu (jangan di pindah) Tandai colokan hitam (awal lilitan) jadi ujung A1 colokan merah (akhir lilitan) jadi A2. Artinya yang lain pasti B1 dan B2. Baru deh gabungin ujung A1 dengan B2. Jangan lupa kerik ujung2 kawat tersebut dengan cutter. Tujuannya agar lapisan isolator terkelupas sehingga bisa di solder.



Sampai di sini proses membuat induktor lampu emergency dengan baterai bekas untuk 120 LED telah selesai. Tinggal mengikuti skema yang saya aplut di paling bawah heee..

Lanjuttt... pada ujung A2 silakan sambung dengan resistor 1 K ohm dengan solder dan timah. Pada ujung resistor yang lain silakan sambung ke kaki B (Basis) transistor S9013. Silakan lihat gambar untuk mengetahui B C E Tr S9013.


Lalu sambung kaki C transistor S9013 dengan ujung kawat B1 dengan di solder. Nah titik ini nanti akan di sambung dengan kutub positif dari rangkaian LED. Kita tinggalkan titik ini dan pindah ke kaki E transistor S9013. Kaki E kita sambung dengan 2 buah kabel, panjang secukupnya. Kabel yang satu menuju kutub negatif baterai dan kabel satunya ke kutub negatif rangkaian LED *keterangannya di sini*

Proses sambung menyambung selesai, kita pindah ke catu daya. Pasang baterai sesuai petunjuk tempat baterai. sambung kutub min ke kabel yang menuju kaki E Tr 9013. Kemudian kutub plus baterai ke saklar On/Off lalu ke kabel kumparan (induktor) A1B2 tadi. Silakan tes. Jika penyambungan kabel benar, InsaAllah lampu menyala.

Pada artikel ini saya menggunakan lampu emergency bekas dengan jumlah 120 Led. Namun ada 4 buah led yang putus karena over load, jadi cuma 116 LED. Pada gambar di atas saya menggunakan 4 baterai bekas yang sudah ko'it. *Di pasang di jam dinding pun sudah tak mampu*. Menggunakan 1 baterai juga bisa tapi sangat redup. Karena tujuan lampu tersebut di gunakan pada saat mati listrik atau keperluan out door maka saya gunakan 4 buah baterai bekas AA 1.5 Volt di pasang seri. Hasilnya lumayan terang sama dengan menggunakan catu daya aslinya yaitu ACCU 6 volt 4.6 Ampere.

Rangkaian ini menurut inpoh yang saya dapat dari rekan-rekan elektronika di kenal dengan rangkaian Joule Thief di singkat JT. Sekedar curhat, rangkaian JT tidak harus menggunakan TR dan R seperti dalam artikel ini. Anda dapat bereksperimen dengan mengubah besar toroid, jumlah lilitan, diameter kawat, mengganti TR dengan type lain, menambah atau mengurangi nilai R dan sebagainya.

Dari beberapa kali coba menggunakan TR 9014,9013,1815,D400 hasil yang paling maksimal (terangnya) adalah dengan menggunakan transistor S9013. Silakan anda coba sendiri untuk hasil yang lebih baik.

Kalau ada pertanyaan silakan bertanya pada kolom komentar. Dan kalau saya bisa jawab pasti akan saya jawab tapi jika tidak artinya saya belum punya ilmunya.



Update.....


Dari hasil tes handicraft lampu emergency dengan baterai bekas untuk 120 led selama 24 jam nonstop terjadi trouble shooting pada transistor TR S9013. Ternyata untuk men-supply daya ke 120 LED suhu transistor menjadi berlebihan.

Transistor mengalami over heat hingga mengalami kerusakan. Pada eksperimen berikutnya saya ganti dengan TR type 2N3055 (jengkolan). Hasilnya TR aman, cukup adem tetapi pencahayaan menjadi turun alias redup. Nggak puas deh dengan hasil kayak gitu.

Akhirnya saya ganti lagi dengan S9013 dengan tambahan heatsink (pendingin). Heatsink saya pakai plat alumunium ukuran 3cm X 4cm kemudian saya tempel TR S9013 dengan penjepit kertas seperti gambar di bawah:
Dan... akhirnya handicraft lampu LED ini bisa bermanfaat untuk penerangan saat PLN wafat. Anak saya pun tak lagi menangis karena takut gelap. Hahah.. Gambar penampakannya nanti menyusul bro... belum sempet plotro-plotroooo...

Sekian saja, kalau bermanfaat ya syukur... enggak pun tidak jadi soal.. cukup buat catatan heee...

2 comments:

  1. mantap sekali bro, sesuai petunjuk dan bahan yg diatas akhir nx rangkain punyaku berhasil. terima kasih bro.salam JT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... syukur deh Om,. selamat mengaplikasikan ke perangkat-perangkat lain,. tar kalo berhasil bikin sesuatu yang baru jangan lupa share ya heee...

      Delete

Kalau komentar belum di jawab, artinya saya jarang online atau memang ilmu saya belum sampai ke situ bro,