Home » » Perbedaan Gergaji Belah dan Gergaji Potong

Perbedaan Gergaji Belah dan Gergaji Potong

By Dion Mloto on 12.1.17

Ketemu lagi dengan Dion Mloto, Salam sehat selalu..

Judulnya Perbedaan Gergaji Belah dan Gergaji Potong. Aaaapa itu? Ada yang tahu? *Bukan 'tahu' sayur ya tapi tau/ngerti/paham* Hal kecil sih tapi terkadang bikin naik darah seorang 'carpenter' bin tukang kayu. Kenapa? Gimana nggak naik darah orang gergajinya somplak semua. Kok bisa? karena itulah saya bikin tulisan ini. Tujuannya sih sederhana, membantu tukang kayu. hee.. jelasnya akan kita bahas bersama.

Semua orang pasti sudah tau apa itu gergaji.Ya kan?! anak kecil aja juga tau gergaji itu apa, buat apa, bentuknya gimana. Hanya saja cukup sedikit orang yang paham bahwa ternyata gergaji itu ada banyak macam ragamnya. Oleh karena itu dalam bab yang saya kasih judul perbedaan gergaji belah dan gergaji potong akan saya ulas *meskipun ndak tuntas* tentang tool yang bernama GER-GA-JI.

Pernahkan kita meminta tolong seorang tukang kayu untuk memperbaiki dipan atau meja kursi milik kita? Yups.. pernah ga kita memperhatikan tool bernama gergaji yang di bawa tukang kayu? Ndak pernah?! yups.. inilah gunanya artikel ini. *mboulet ae rek* Biarin lah ben yang baca ikut rada mumet dikit.

Garis besarnya gergaji itu di bagi menjadi 2 macam yaitu gergaji potong dan gergaji belah. Dari bahasanya sudah ketahuan fungsi masing-masing, satu untuk membelah dan satunya untuk memotong. Wis titik.

Nah yang sering terjadi di lingkungan kita adalah kita ndak tau yang mana gergaji potong yang mana gergaji belah. Kadang kita butuh gergaji untuk memotong kaki kursi yang kepanjangan. Kebetulan di tetangga ada tukang kayu lagi benerin dipan. "Weh kebetulan, mo minjem gergaji ah" Iseng alasan main liat-liat tukang kayu lagi kerja.. Larak lirik, gergaji ada 2. Yang satu di pake yang satu nganggur. Intermezo ngomong blablabla... mbel gedesh ujungnya "pak pinjem gergaji bentar ya, mo motong kaki kursi" tanpa nunggu persetujuan carpenter, main saut bawa pulang 'Grek egrek egrek egrek!' kaki kursi putus, gergaji balikin ke tempat semula. Nongkrong bentar wat pantes-pantes karena abis pinjem barang. Ikut ngopi ikut udud. No problem.

Sementara si tukang kayu lagi pake gergaji bekas kita pinjam. Rus kita liat mimik mukanya berubah agak-agak gimana gitu. Di ajak ngobrol jadi judes nggak ngenakin, padahal tadi biasa-biasa aja. Tau nggak kenapa tukang kayu jadi gitu? hee...

Rata-rata orang awam menganggap gergaji yang di bawa tukang kayu itu sama. Menurut kita, seorang tukang kayu membawa gergaji 2 buah atau lebih itu hanya sebagai cadangan. Begitu kan?!

Sebenarnya....
Seorang carpenter atau tukang kayu membawa banyak gergaji itu fungsinya masing-masing, Ada gergaji untuk memotong balok, ada gergaji untuk memotong bambu, ada gergaji untuk membuat pingulan/sudut, ada gergaji untuk membelah dan lain-lain. Kalau pekerjaannya sedikit biasanya tukang kayu hanya membawa 2 jenis gergaji saja yaitu gergaji belah dan gergaji potong.

Tukang kayu merasa sangat bete dan kesal saat gergajinya rusak, bengkok atau matanya somplak karena nabrak paku. Sebab kualitas hasil karya seorang tukang kayu terletak pada kualitas gergaji yang dia miliki. Gergajinya jelek, hasil karyanya pun jelek, gergajinya bagus hasil karyanya pun rapi.

Tukang kayu sewot setengah mati di sebabkan gergaji yang anda pinjam tadi rusak. Bisa jadi gergaji yang anda pinjam adalah gergaji belah, anda gunakan untuk memotong. Yo uwis! amburadul! Gergaji belah di pakai untuk memotong, sudah pasti mata gergaji bengkok kemana-mana, lebih parah lagi nabrak paku. whueeeehhhhhh.... keselnyaaa... *pernah ngerasain ya* Jujur iya! sebab basic saya teknik civil sub nya di carpenter. Jadi yooo... manteb rasane jesh. Emmm... sampai di sini sedikit paham kan?!

Carpenter profesional bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk maintenance gergaji tangan (gergaji manual). Bisa menghabiskan waktu 1 jam untuk setting mata gergaji sudut. Bisa di bayangkan to? Makanya jangan heran kalau ketemu tukang kayu ogah-ogahan meminjamkan gergajinya untuk di bawa pulang peminjam.

Nah kembali pada topik perbedaan gergaji belah dan gergaji potong.


Untuk membedakan dua jenis gergaji ini sebenarnya cukup simpel. Anda cukup melihat bentuk dari mata gergaji tersebut. Jika bentuk mata gergajinya seperti gambar di bawah ini, maka sudah dapat di pastikan itu adalah gergaji belah.


Sementara jika anda melihat mata gergaji seperti gambar di bawah ini, sudah pasti ini adalah gergaji potong.

Perbedaan gergaji belah dan gergaji potong terletak pada sudut antar mata gergaji. Sudut tajam mata gergaji potong antara 45 derajat sampai 30 derajat, sisi yang di kikir pun selang seling. Sementara sudut tajam mata gergaji belah adalah 60 derajat, tidak ada sisi tajam kecuali sudut runcing 60 derajadnya atau bagian ujung mata gergaji.

Bentuk Mata Gergaji Belah

Bentuk Mata Gergaji Potong
Sampai di sini sudah pahamkan perbedaan gergaji belah dan gergaji potong ? Sip kalau begituh! Sekedar saran, ada baiknya jika kita akan memotong atau membelah balok dan harus pinjam gergaji, kita terangkan dulu bahan yang akan kita potong atau belah. Mungkin bisa dengan bahasa "Pak saya mau motong/belah kayu, boleh pinjam gergajinya pak?!" kita tunggu aja sampai tukang tersebut ngasih gergaji untuk kita pakai. Jangan asal main comot aja. Bisa-bisa kita di kata-katain tukang kayu *meskipun dalam ati*. Do'a juga itu kan?! Cilaka juga kita. Ga seberapa tapi efeknya besar. Ya toh?! Ya bayangin aja maintenance gergaji aja makan waktu segitu lama, rus kita yang cuma pinjam sebentar gergaji udah amburadul. Ibaratnya 'nyawa' carpenter itu ada di gergaji. Nama baik dan mutu carpenter di tentukan bagus enggaknya gergaji.

Lain hal kalau carpenter yang semua tool nya menggunakan mesin modern. Sebab namanya mesin kalau sudah di set presisi hasilnya juga pasti presisi. *kecuali mesinnya error* heee...

Cukup sekian tulisan saya tentang perbedaan gergaji belah dan gergaji potong ini semoga dapat menjadi sedikit pencerahan bagi pembaca. Terimakasih.

Salam,

0 comments:

Post a Comment

Kalau komentar belum di jawab, artinya saya jarang online atau memang ilmu saya belum sampai ke situ bro,