Home » » Perawatan Pompa Air Mancur - Water Pitcher Pump Maintenance | Cara Merawat Pompa Air Mancur Model Water Pitcher

Perawatan Pompa Air Mancur - Water Pitcher Pump Maintenance | Cara Merawat Pompa Air Mancur Model Water Pitcher

By Unknown on 3.6.16

Jumpa lagi dengan Dion mloto di sini. Kali ini saya akan menulis tentang cara perawatan pompa air mancur, bahasa keren tempat saya water pitcher pump maintenance hee..

Perawatan Pompa Air Mancur Water Pitcher Pump
Itu itu juga sih, nah pada kesempatan ini saya khusus menulis perawatan pompa air mancur yang biasa kita temui di halaman gedung-gedung mewah. Tentunya pompa yang di gunakan juga memiliki spesifikasi  khusus, tidak seperti pompa air mancur aquarium hee.. Seperti tampak pada gambar di bawah ini,

Pompa Air Mancur Dion Mloto

Perawatan pompa air mancur mirip dengan perawatan pompa-pompa lain. Yang membedakannya hanya pada dimensi dan letak. Biasanya letak kolam water fitcher dengan ruang pompa saling berjauhan sehingga untuk melakukan perawatan (maintenance) memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak.

Yang terpenting dalam perawatan pompa water pitcher adalah membersihkan strainer (saringan) baik yang ada di kolam ataupun strainer yang ada di inlet pompa.( Perhatikan Gambar) Dalam setiap pompa tentu ada bagian filter atau penyaring (bahasa tekniknya Strainer) yang berfungsi untuk menyaring kotoran sampah agar tidak terhisap oleh impeller (blade) yang akan mengakibatkan impeller pompa menjadi macet.

Pembersihan strainer dapat di lakukan secara berkala, misalnya dua minggu sekali. Hal ini di lakukan agar kerja pompa dalam menghisap air dari kolam water pitcher optimal. Jika daya hisap optimal tanpa terganggu sampah maka daya dorong pompa pun juga optimal sehingga hasil pancaran pada nozzle kolam water fitcher dapat di setting sesuai dengan keinginan kita.

Hal berikutnya dalam perawatan pompa air mancur yang musti di perhatikan adalah kondisi bearing. Baik bearing pompa maupun bearing motor. Lho?! apa bedanya? Begini... Yang di sebut POMPA adalah suatu sunit yang terdiri dari lubang Inlet, Impeller dan lubang outlet tanpa ada tenaga penggerak impeller. Sedangkan MOTOR adalah unit yang terdiri dari rotor dan stator. Rotor berputar di pegang oleh dua bearing yang terletak di depan dan belakang. Lebih jelasnya googling saja ya, terlalu panjang kalau di bahas. Singkat kata motor adalah penggerak pompa.

Gambar di atas adalah jenis pompa dimana impeller menyatu pada as rotor. Model pompa seperti ini hanya memiliki 2 bearing yaitu di depan dan belakang.

Cara mengetahui apakah bearing masih layak jalan atau sudah aus adalah dengan menggunakan besi behel atau obeng yang bajanya tembus sampai pangkal gagang. Saat pompa On letakkan ujung obeng pada sisi depan/belakang motor. Lalu tempelkan telinga pada ujung gagang obeng. Dengan begitu suara yang terdengan di telingan fokus pada gesekan pelor2 yang berputar dalam bearing.

Dengan cara itu kita bisa mendeteksi apakah bearing tersebut sudah waktunya ganti atau belum. Jika suaranya gemerisik maka bearing harus segera di ganti. Sebaliknya jika suaranya halus artinya bearing masih bagus.

Hal terakhir dalam perawatan pompa air mancur ( Water Pitcher Maintenance ) adalah kerataan air kolam. Ketinggian air harus selalu rata dengan ujung nozzle. Jika tidak maka pancaran air yang keluar dari nozzle tidak beraturan. Bisa jadi pancarannya sangat tinggi lebih dari 4 meter. Oleh sebab itu tinggi air kolam water fitcher harus selalu sama dengan nozzle.

Apalagi ya? *mikir dulu*

Ou iya lupa. Untuk membersihkan strainer yang ada di inlet pompa, cukup mudah. Tinggal buka tutup tabung dengan mengendurkan baut pengunci. Setelah itu tinggal tarik strainer (biasanya terbuat dari logam stainlees) dan bersihkan. Setelah bersih kembalikan seperti posisi semula, tutup rapat. Selesai.

Demikian kiranya tulisan acakadut saya tentang cara merawat pompa air mancur model water pitcher ini semoga manfaatnya tidak hanya saya yang merasakan.

Salam Enginering,

0 comments:

Post a Comment

Kalau komentar belum di jawab, artinya saya jarang online atau memang ilmu saya belum sampai ke situ bro,